Gagal lagi dalam lomba. Aduh gimana ya? Nyeri, pedih, galau? Pastilah. Wajar. Ada yang galaunya hanya satu dua jam bahkan kurang, ada yang berhari-hari, bahkan ada yang down dan meratapi diri. "Aku memang nggak bakat, aku nggak mampu, ini bukan duniaku, aku mau ganti profesi." Ya ... ya ... ya .... oke. Tarik napas, buang napas.
Biasanya apa yang kita lakukan? Curhat. Yeps, curhat sama teman yang sama-sama kalah, sama temen yang nggak ikut lomba, atau siapa saja yang saat itu kita anggap nyaman buat dicurhati. Lalu keluarlah segala keluhan dan tangis. Teman kita akan bilang "puk-puk, I feel you, santai, akan ada event lain, selalu ada hikmah, ini hanya keberhasilan yang tertunda, endebre endebre endebre ...."
Plong? Bisa jadi, tapi bisa juga tidak. Apalagi kalau sudah berkali-kali kalah dan kalau teman-teman seperjuangan kita yang menang, sementara hanya kita sendiri yang kalah. Nyuuuttt! Merasa bodoh, ya? Kalau begitu, kayaknya hanya diri kita yang bisa menghiburnya.
Menyikapi kekalahan memang tak mudah, kok. Bersyukurlah untuk kalian yang bisa melupakan dalam sekejap.
Mungkin langkah-langkah ini bisa sedikit membantu untuk tetap tegar dan menerima dengan lapang kegagalan kita.
1. Berdoa
Berdoa itu yang utama dan pertama, dong. Berdoa apa? Berdoa supaya kita tetap di jalan lurus #bleh. Just kidding. Berdoa supaya kita memiliki hati ikhlas, ridho. Sebab selama kita nggak ikhlas, apapun yang kita lakukan nggak bakal bikin kita move on.
2. Curhat
Mending curhat sama teman daripada marah-marah di socmed. Memalukan, tahu! Mungkin nasihat teman itu klise, tapi percayalah itu sangat membantu kita bisa bernapas dengan normal.
3. Berkaca, berkaca, berkaca
Mirror mirror on the wall, who is the most beautiful in the world? Beneran, kok, sebaiknya kita berkaca. Lalu bertanya pada si kaca, apakah kita sudah melakukan usaha terbaik? Apakah kita sudah berkarya yang terbaik? Apakah ini apakah itu.
Coba deh ingat-ingat lagi apakah kita sudah melakukan proses dengan maksimal dan optimal? Jangan-jangan waktu mengikuti lomba pun niat kita hanya iseng, daripada enggak ikut, kebetulan punya naskah yang sesuai tema, kebetulan lagi ngak ada kerjaan, etcetera. Kalau gitu, ngapain nangis-nangis waktu kalah? Kan cuma coba-coba. Kan cuma iseng-iseng. Padahal pesaingnya ratusan bahkan ribuan. Teman kita yang menang itu sudah melakukan upaya terbaiknya. Niatnya bulat sejak awal.
Wajar dong kalau kita kalah! Wajar dong kalau kita nggak menang! #jleb

